Ingin Bebas Finansial ? Inilah Tahap Perencanaan Keuangan Yang Harus Anda Ketahui

Posted on
perencanaan keuangan, perencanaan keuangan keluarga, rencana keuangan, perencanaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan perusahaan, pengertian perencanaan keuangan, contoh perencanaan keuangan
Tahapan Perencanaa Keuangan Menuju Bebas Finansial

Sebagai seorang perencana keuangan, saya percaya betul bahwa memiliki rencana keuangan adalah satu-satunya jalan untuk meraih kemerdekaan finansial yang terencana. Setiap hari tentu Anda mendapat rezeki yang jumlahnya tentu bervariasi. Tanpa punya rencana keuangan, rezeki itu mungkin saja tidak terkelola dengan optimal, bahkan hanya menguap begitu saja. Coba tanyakan ke diri sendiri : Sudah berapa tahun saya bekerja ? Sudah berapa kekayaan yang saya hasilkan dari bekerja.

Ada tiga cara seseorang mendapatkan kekayaan dengan cara yang baik. Satu, dengan bekerja dan memperoleh penghasilan. Dua, mendapat warisan, meski sayangnya utang pun bisa diwariskan. Tiga, dengan berinvestasi di aset yang produktif.

Membuat rencana keuangan, artinya Anda akan melalui tahapan-tahapan yang terencana dalam mengelola kekayaan. Prioritas dalam penyusunan rencana keuangan sebaiknya dimulai dengan memenuhi kebutuhan yang wajib terlebih dahulu. Sayang, masih banyak yang belum terlalu paham, bagaimana tahapan yang ideal dalam melakukan perencanaan keuangan. Jika tidak mengikuti tahapan yang ideal, ada kemungkinan timbul masalah di kemudian hari, karena terjadi resiko-resiko keuangan yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Tahapan dalam perencanaan keuangan sebaiknya dilakukan secara berurutan, dan dimulai untuk memenuhi kebutuhan yang pasti akan datang. Contoh perencanaan keuangan yang ideal dapat Anda terapkan dengan mengikuti tahapan berikut ini.

Tahap pertama, memenuhi empat kebutuhan dasar. Secara umum, setiap rumah tangga perlu mempersiapkan dana darurat untuk kejadian tak terduga, dana pembelian rumah tempat tinggal, dana pendidikan anak, serta dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan di usia lanjut.

Cara untuk memenuhi empat kebutuhan dasar tersebut adalah dengan menabung dan berinvestasi secara bulanan dari penghasilan yang diterima. Panduannya, dana darurat dipersiapkan dengan menabung di tabungan biasa. Sedangkan tiga kebutuhan lainnya bisa dibantu dengan investasi secara berkala. Alternatif lain, dengan melakukan alokasi khusus atas aset-aset yang telah dimiliki.

Sebagai contoh, tanah kosong yang ditujukan untuk dana pensiun, emas yang sudah dikumpulkan buat pendidikan anak dan sebagainya. Aktifitas ini sebaiknya dicatat, agar satu jenis aset tidak dialokasikan untuk semua kebutuhan.

Tahap kedua, mengumpulkan dana untuk dibelikan aset produktif. Aset produktif memiliki arti bahwa dari aset itu maka rumah tangga akan bisa menikmati penghasilan secara berkala dari hasil investasi. Sayangnya, jenis aset produktif mempunyai nilai yang cukup besar, biasanya diatas Rp 50 juta. Untuk itu, Anda bisa mengumpulkan uang dulu di aset likuid seperti reksadana. Lalu, saat jumlahnya sudah memadai, baru dicairkan untuk membeli aset produktif.

Tahap ketiga, mengelola penghasilan pasif dari aset produktif. Saat aset yang dimiliki sudah bisa memeberikan hasil secara berkala, selanjutnya evaluasi tahapan kehidupan Anda saat ini. Secara umum, bila Anda masih dalam usia produktif dan bekerja secara aktif, sebaiknya tidak menggunakan hasil investasi untuk tambahan penghasilan. Hasil tersebut sebaiknya digunakan untuk membeli aset investasi lain.

Tahap keempat, menikmati penghasilan pasif dari aset produktif. Jika Anda sudah memasuki masa pensiun, maka hasil investasi dari aset produktif bisa digunakan untuk memenuhi biaya hidup harian. Pada tahapan ini, maka secara terminologi Anda sudah memasuki keadaan bebas finansial.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, sudah sangat jelas bahwa Anda wajib menabung dan berinvestasi guna memenuhi kebutuhan dasar dulu. Fakta yang terjadi, banyak masyarakat yang membeli aset investasi tanpa perencanaa. Bahkan, belum mempunyai aset yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Itu sebabnya, saya selalu mengajak Anda berhitung berapa kebutuhan dana dan setoran investasi yang harus disisihkan dari penghasilan. Produk yang dipilih untuk setoran investasi tahap satu memang sebaiknya berupa aset likuid, seperti reksadana dan logam mulia.

Jika masih mempunyai utang non produktif, seperti utang kartu kredit atau kredit tanpa agaunan, silahkan dilunasi dulu dari penghasilan Anda saat ini atau saldo dana menganggur. Setelah urusan ini selesai, Anda baru bisa memasuki tahapan pertama dalam rencana keuangan.

Memiliki rencana keuangan bukan hanya memikirkan investasi atau menabung. Pengertian rencana keuangan adalah impian target serta jangka waktu yang perlu diraih dengan strategi. Tetapkan dulu apa rencana yang Anda miliki untuk 1 tahun, 5 tahun, bahkan lebih dari 10 tahun mendatang. Barulah kemudian Anda mencari produk yang sesuai untuk membantu meraih impian yang diinginkan. Live a Beautiful Life!

Prita H. Ghozie, CEO ZAP Finance

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *